X
SMS. +639158145777       Telepon. +639278877777       Blackberry. 26343779      

Liga Jerman Memecat Pelatih Kembali

Update Terakhir: December 30, 2013

Liga Jerman Memecat Pelatih Kembali

Liga Jerman Memecat Pelatih Kembali

Malang benar nasib Mirko Slomka di akhir tahun 2013. Menjelang pergantian tahun, keputusan pihak manajemen Hanover sudah bulat, untuk mendepaknya dari tampuk jabatan di paruh musim kompetisi 2013-14, sehingga pada awal tahun nanti dirinya menyusul sejumlah pelatih Bundesliga yang kehilangan pekerjaan. Tentu saja ini merupakan sebuah kado Natal dan sekaligus perpisahan yang sangat buruk yang diterima oleh Mirko Slomka, karena pada tahun depan ia hanya meratapi kegagalannya di tahun 2013, sementara kubu Hanover kini sudah memalingkan diri darinya dan menatap ke depan, dengan harapan bisa melepaskan diri dari jeratan papan bawah dan menghindari zona degradasi pada musim panas mendatang.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi selama enam bulan pertama dan pembicaraan melibatkan presiden Martin Kind, direktur klub Dirk Dufner dan dewan pengurus klub, sekaligus langsung merilis pernyataan melalui situs resmi klub. “Ini sebuah keputusan yang tidak mudah bagi kami, namun secara bersama-sama, kami meyakinkan bahwa perubahan harus dilakukan,” ungkap Dufner. Pihak klub menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan mencari pelatih baru, yang tentunya tidak asing dengan kancah Bundesliga. Perjalanan kompetisi Bundesliga musim ini sedang libur musim dingin dan Hanover terdampar di peringkat ke-13 untuk menutup perjalanan di tahun ini, setelah menelan delapan kekalahan di laga tandang secara keseluruhan.

Slomka, yang sebelumnya juga melatih klub Bundesliga FC Schalke 04, pindah haluan ke Hanover pada Januari tiga tahun lalu, di mana saat itu ia menyelamatkan timnya dari zona degradasi. Perjuangannya tidak mudah bagi Hanover dan ia menyelamatkan timnya tetap di divisi teratas dengan mengantongi kemenangan di pertandingan akhir pada musim tersebut. Pada musim berikutnya, Hanover mampu tampil impresif dengan menyelesaikan perjalanan di urutan keempat, dan merupakan pencapaian terbaik dalam sejarah klub itu, dan pada musim 2011-12, mereka juga mampu meraih tiket ke kompetisi Liga Europa. Pada musim kompetisi lalu Hanover kembali meradang dan mereka hanya berada di peringkat kesembilan. Tadinya Slomka mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak pada Juni 2016, tetapi setelah hasil buruk dalam perjalanan di akhir tahun, membuat kinerjanya harus mundur lebih cepat tiga tahun dan kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak memberikan keterangan secara detail mengenai pemutusan kerja tersebut.

 “Salah satu ucapan terima kasih saya haturkan kepada Mirko Slomka, yang  telah menyelamatkan Hanover 96 dari zona degradasi ke divisi dua dan kemudian dua kali menghantarkan ke kompetisi Liga Europa,” lanjut Kind. “Tentu saja kesuksesan ini akan selalu mendapatkan tempat untuk namanya di klub ini.” Hanover konon berupaya mendekati mantan pelatih Werder Bremen, Thomas Schaaf, yang kemungkinan besar bakal menjadi penggantinya, namun Schaaf mengaku sama sekali tidak ingin menukangi satu tim pun di kompetisi yang sudah berjalan. Dengan demikian bidikan kemudian dialihkan kepada pelatih divisi dua Greuther Fuert, Frank Kramer, yang berusia 41 tahun. Slomka merupakan pelatih keempat di kompetisi Bundesliga yang harus rela kehilangan jabatannya pada musim ini, setelah Bruno Labbadia (VfB Stuttgart), Thorsten Fink (Hamburger SV) dan Michael Wiseinger (Nuremberg).